PSIKOLOGI KOMUNIKASI
SISTEM KOMUNIKASI INTERPESONAL
(Karakteristik Individu)
Dosen pengampu:
Pupi Indriyati Zaelani, S. Sos, M.Si
Mata kuliah:
Psikologi Komunikasi
Oleh :
Hendrawan Tibi
(1154 060029/Humas 2/A)
PROGRAM STUDI
HUBUNGAN MASYARAKAT
FAKULTAS DAKWAH
DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2016
Kata pengantar
Alhamdulilah puji syukur atas
kehadirat Allah SWT. Karena atas limpahan rahmatnya dan karunianyalah makalah
ini, saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya
yang sangat sederhana. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada
nabi besar Muhammad SAW. Manusia istimewa yang seluruh perilakunya layak untuk
diteladani.
Dalam
makalah ini saya akan membahas mengenai karakteristik dan perbedaan individu
didalam pendidikan, yang hal tersebut telah ada sejak zaman dahulu sampai
dewasa sekarang, makalah ini sebagai tugas individu mata kuliah ”PSIKOLOGI
KOMUNIKASI” dengan dosen pengampu ibu Pupi Indriyani Zaelani, S. Sos, M.Si
Saya
menyadari bahwa masih banyak kekurangan mendasar pada makalah ini. Oleh karena
itu saya mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang bersifat
membangun karena saya sangat berharap untuk tujuan penyempurnaan makalah ini
dan sehingga dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini agar bisa lebih
baik lagi.
Harapan
saya semoga makalah ini membantu menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi
kita sekalian sebagai mahasiswa.
Daftar isi
1.1
Latar belakang
1.3
Tujuan
1.4
Manfaat
2.1
Deskripsi
2.3
Analisis data
3.2
Kritik dan saran
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar
belakang
Berbicara tentang karakteristik tentunya kita sering mendengar,
karena karakteristik ini dimiliki oleh setiap orang didalam kehidupan ini.
Sering kali seseorang kebingungan dengan sikap dan perilaku seseorang karena
tidak semua orang itu mampu mengetahui dan memahami karakteristik dari
kepribadian seseorang tertentu, karenanya hal tersebut juga bisa membuat
seseorang menjadi salah tingkah dalam bersikap, contohnya ketidak salah pahaman
dalam berkomunikasi.
Oleh karena itu, sesorang tersebut dapat dilihat dari
beberapa informasi yang bisa menjadikan
pengetahuan bagi kita semua dan berdasarkan hal tersebut, maka pentingnya untuk
kita mengetahui sedikit dari banyaknya karakteristik kepribadian sesorang
dilingkungan kita dan makalah yang kami
buat ini akan membahas tentang “
KARAKTERISTIK IDIVIDU DALAM SISTEM KOMUNIKASI INTERPERSONAL”.
1.2 Rumusan
dan batasan masalah
Rumusan
masalah yaNg ada didalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.
Bagaimanakah
kita mengetahui apa itu kepribadian ?
2.
Apa
saja faktor-faktor karakteristik, sikap dan kepribadian dari individu tertentu
?
3.
Bagaiman
cara dan solusi menilai kepribadian seseorang ?
Batasan masalah ini dibatasi dengan model satu orang objek kajian
dan hanya memfokuskan kepada objek kajian penelitan tersebut.
1.3 Tujuan
Tujuan
pembuatan makalah ini yaitu :
1.
Untuk
memaparkan tentang apa itu karakteristik dan kepribadian.
2.
Untuk
memaparkan informasi.
3.
Untuk
memaparkan beberapa tips agar pembaca bisa mengetahui sisi kepribadian sesorang
atau individu.
1.4 Manfaat
1.
Agar
para pembaca bisa memperbaiki kepribadian dirinya sendiri.
2.
Kepribadian
bisa menjadi salah satu ilmu untuk memngetahui dan memahami seseorang
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Deskripsi
Manusia adalah makhluk yang kompleks, dimana setiap individu nya memiliki
keunikan yang menjadi pembeda dengan individu yang lainnya. Disisi lain,
manusia adalah makhluk yang berpikir atau berakal karena itu manusia mempunyai
sensasi disetiap individunya yang akan membawa manusia individu kedalam
perubahan yang lebih baik atau yang lebih buruk. Selain itu, karena manusia
pandai berkomunkasi baik secara intrapersonal ataupun interpersonal hal ini
menjadi manusia dapa dikendalikan atau dididik, artinya manusia bisa mendidik
dan mengendalaikan diri pribadinya atau manusia bisa dididik dan dikendalikan
oleh orang lain dan lingkungannya.
Untuk itu perlunya kesadaran bagi individu untuk mengetahui cara
berkomunikasi, baik secara verbal ataupun nonverbal dengan menggunakan
komunikasi intrapersonal dan interpersonal. Adapun beberapa definisi dari salah
satu pakar psikologi komunikasi dalam buku psikologi komunikasi yaitu jalaludin
rakhmat bahawasanya :
a.
Komunikasi
intrapersonal
Komunikasi intrapersonal adalah penggunaan atau komunikasi yang
terjadi didalam diri sendiri. Artinya sorang manusia merupakan individu yang
menjadi pengirim sekaligus penerima pesan atau individu tersebut bisa dikatakan
sebagai komunikan dan komunikator. Dalam proses komunikasi intrapersonal, ada
beberapa tahapan mengelola informasi yaitu sensasi, persepsi, memori dan
berpikir. Ke-empat tahapan ini menjadi sesuatu yang sering terjadi didalam
komunikasi intrapersonal. Adapun penjelasan tentang ke-empat hal tersebut,
yakni :
1.
Sensasi
Didalam buku psikologi komunikasi karya jalaludin rakhmat (),
sensai ini adalah tahapan paling awal dalam penerimaan informasi. Sensasi
berasal dari kata “sense” artinya alat penginderaan yang menghubungkan
organisme dengan lingkungannya.
2.
Persepsi
Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa atau
hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan
pesan. Persepsi ialah memberikan makna pada stimuli indrawi.
3.
Memori
Memori adalah sistem yang sangat berstruktur, yang menyebabkan
organismesanggup merekam fakta tentang dunia dan menggunakan pengetahuannya
untuk membimbing perilakunya (schlessinger dan groves, 1976).
4.
Berpikir
Menurut Floyd L. Ruch, berpikir adalah manipulasi atau unsur-unsur
lingkungan dengan mengunakan lambang-lambang sehingga tidak perlu langsung
melakukan kegiatan yang tampak.
Dari ke-empat penangkapan informasi, kita bisa mengetahui bahwa :
sensasi adalah proses penangkapan stimuli. Persepsi adalah proses memberi makan
pada sensai sehingga manusia memperoleh pengetahuan baru. Memeori adalah proses
menyimpan informasi dan memanggilnya kembali ketika dibutuhkan. Dan berpikir
adalah mengolah informasi untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan respon.
b.
Komunikasi
interpersonal
Komunikasi interpersonal bisa dikatakan sebagai komunikasi yang
membutuhkan pelaku atau personal lebih dari satu orang. Persepsi interpersonal didefinisikan sebagai
“memberikan makna terhadap stimuli inderawi yang berasal dari seseorang
(komunikan), yang berupa pesan verbal atau non-verbal”. (jalaludin rakhmat,
2005). Adapun syarat-syarat
interpersonal, diantaranya :
·
Stimuli
mungkin sampai kepada kita melalu lambang-lambang verbal atau grafis yang
disampaikan pihak ketiga.
·
Mencoba
memahami apa yang tampak pada alat indera kita.
·
Faktor-faktor
personal dan karakteristik orang yang ditanggapi serta hubungan dengan orang tersebut,
menyebabkan persepsi interpersonal sampai cenderung untuk keliru (objek tidak
bereaksi)
·
Berobjekkan
manusia menjadi mudah salah.
Kita pun bisa menyadari bahwasanya kita hidup dengan didalamnya
persepsi orang lain dan orang lain pun hidup didalam persepsi kita.
Faktor personal pada persepsi interpersonal dianataranya adalah :
1.
Pengalaman.
Pengalaman tidak harus belajar formal. Pengalaman kita bertambah
juga melalui rangkaian peristiwa yang pernah kita hadapi. (Jalaludin Rahmat,
2005:89).
2.
Motivasi
Motivasi lebih menstimulus kita untuk melakukan respon, misalnya
ketika kita lelah kita akan lebih memilih untuk beristirahat. Motivasi yang
sering mempengaruhi persepsi interpersonal adalah kebutuhan untuk mempercayai
dunia “dunia yang adil” artinya kita mempercayai dunia ini telah diatur secara
adil. (Jalaludin Rahmat, 2005).
3.
Kepribadian
Secara kasar definisi kepribadian adalah susunan unsur-unsurakal
dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap
individu manusia (Koentjaraningra, 2009). Kepribadian komunikator dan komunikan
sangat mempengaruhi persepsi yang ada.
2.2
Pembahasan
Dalam penelitian makalah ini,
penulis mengambil salah satu model untuk dijadikan model penelitian.
Objek penelitian ini pun dilakukan diluar rungangan (non-formal) tepatnya di
kampung rancekek Rt05/04 dengan jumlah model satu orang dan data penelitian
dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel
data
|
No
|
Hal yang
diobservasi
|
Responden
|
Hasil
observasi
|
|
1
|
Pakaian
|
Adjie Nugraha
|
Dalam hal berpakaian adjie ini seseorang yang acuh, terlihat dari
cara berpakaian yang simpel dan tidak ribet. Dalam kesehariannya pun adjie
sering memakai celana pendek, dengan alasan memakai celana panjang itu ribet
dan gerah. Namun. Dia pun bisa menyesuaikan pakaian dengan dengan baik ketika
dalam kondisi atau forum yang formal.
|
|
2
|
Sikap
|
Adjie Nugraha
|
Dengan mempunyai postur tubuh yang tinggi besar, adjie memiliki
kegagahan seperti anggota TNI. Sikapnya yang sering kekonyolan itu seringkali
membuat orang-orang merasa terhibur dengan otelannya. Dia seorang pemalu,
namun walaupun adjie mempunyai postur tubuh yang bagus, dia terlihat kaku
dalam melakukan komunikasi.
|
2.3
Analisis data
Setelah
melakukan observasi dilapangan, tentunya kita akan tahu bagaimana seseorang
bisa menuangkan ekspresi atau tingkah lakunya saat objek tersebut
diidentifikasi. Maka dari itu dilakukan pengamatan untuk mengetahui sebarapa
jauh objek tersebut melakukan kebiasaan hidupnya sehingga kehidupannya dapat
diketahui sikap, kepribadian dan karakteristik seorang individu.
2.4
Bagaimana cara kita mengetahui karakteristik atau kepribadian seseorang ?
Sesuai dengan data diatas, kita dapat mengetahui kepribadian seseorang dengan
cara bergaul dalam kehidupannya sehari-hari. Terkadang orang atau individu
tidak akan tahu bagaiman karakteristik dan kepribadiannya dikarenakan ada
banyak kekurangan yang ada pada dirinya. Didalam buku psikologi komunikasi
karya Jalaludin Rakhmat (2012:18) disitu dituliskan bahwasannya ada empat teori
ilmu komunikasi dilatarbelakangi oleh konsepsi psikologi tentang manusia,
diantaranya :
·
Teori
persuasi
Teori-teori persuasi ini sudah lama menggunakan konsepsi
psikoanalisis yang melukiskan manusia sebagai makhluk yang digerakan oleh
keinginan-keinginan terpendam (Homo Volens).
·
Teori
“jarum hipodermik” (yang menyatakan bahwa mesia massa sangat berpengaruh)
dilandasi konsepsi behaviorisme yang memandang manusia sebagai makhluk yang
digerakkan semaunya oleh lingkungan (Homo Mechanicus).
·
Teori
pengolahan informasi jelas dibentuk oleh konsepsi psikologi kognitif yang
melihat manusia sebagai makhluk yang aktif mengorganisasikan dan mengolah
stimulus yang diterimanya (Homo Sapiens).
·
Teori-teori
interpersonal banyak dipengaruhi sebagai pelaku aktif dalam merumuskan strategi
transaksional dengan lingkungannya (Homo Ludens).
Didalam beberapa konsepsi tersebut banyak sekali pengaruh
lingkungan yang menjadi pusat perhatian kepribadian seseorang. Namun, yang
namanya kepribadian itu bisa berubah-ubah ditinjau dari pengaruh konsep diri,
dari tekanan emosional pun bisa diketahui karakterter dari kepribadian
seseorang. Contohnya objek yang
dilakukan penelitian “adjie”, dia bersikap soelah-olah acuh dalam
berpakaian dikesehariannya. Tetapi, dia bisa mengkondisikan pakainnya tersebut
ketika didalam situasi dan kondisi lingkungan tertentu.
2.5
Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik, sikap/perilaku dan
kepribadian seseorang ?
Kecenderungan sikap yang
diperlihatkan seseorang atau setiap individu itu sangat berbeda dari satu
individu dengan individu lainnya. Perspektif yang berpusat pada personal
mempertanyakan faktor-faktor internal, apakah baik berupa sikap, instink,
motif, kepribadian, sistem kognitif yang menjelaskan perilaku manusia.
(Jalaludin Rakhmat, 2012: 33)
Adapun konsepsi manusia dalam
behaviorisme yang ditulis didalam buku Jalaludin Rakhmat (2012: 20).
Behaviorisme lahir sebagai reaksi terhadap introspeksionisme (yang menganalisis
jiwa manusia berdasarkan laporan-laporan subjwktif) dan juga psikoanalisis
(yang berbicara tentang alam bawah sadardan tidak tampak). Namun, konsep ini
sangatlah sederhana dibandingkan dengan konsep-konsep yang lainnya, yakni
behaviorisme ingin menganalisis hanya perilaku yang tampak saja, yang dapat
diukur, dilukiskan dan diramalkan. Teori behaviorisme dikenal sebagai teori
belajar, belajar artinya perubahan perilaku organisme sebagai pengaruh
lingkungan. Behaviorisme tidak mau
mempersoalkan apakah manusiabaik atau buruk, rasional atau emosional;
behaviorisme hanya ingin mengetahui bagaimmana perilakunya dikendalikan oleh
faktor-faktor lingkungan. Disinilah
timbul konsep “manusia mesin” (Homo Mechanicus).
Menurut Jalaludin Rakhmat (2012: 33)
ada dua faktor yang dapat mempengaruhi perilaku manusia, diantaranya :
1.
Faktor
Biologis
Faktor biologis menjadi peranan penting dalam garis besar pengaruh
terhadap perilaku seseorang karena faktor biologis ini menjadi sesuatu yang
dilibatkan dalam kehidupan manusia. Baik dari segi fisik atau bawaan dari kedua
orang tua “bahwa manusia menentukan perilakunya, dapat diawali sampai struktur
DNA yang menyimpan seluruh memori warisan biologis yang diterima dari kedua
orang tuanya. (Jalaludin Rakhmat, 2012: 33)
2.
Faktor-faktor sosiopsikologis.
Sosiopsikologis lebih memicu terhada manusia, karena sudah jelas
kita mengetahui bahwa manusia adalah makhluk sosial. Manusia sering beriteraksi
dan berkomunikasi dengan personal atau banyak. Dilihat dari pandangan manapun
manusia ini pasti saling membutuhkan satu dengan yang lainnya dan tidak dapat
bergantung hidup sendiri. Karena manusia makhluk sosial, Jalaludin Rakhmat
(2012, 36) mengklasifikasikan kedalam tiga komponen faktor sosiopsikologis,
yakni :
Ø Afektif adalah komponen yang pertama ini merupakan aspek emosional
dari faktor sosoiopsikologis.
Ø Kognitif adalah aspek intelektual, yang berkaitan dengan apa yang
diketahui oleh manusia.
Ø Konatif adalah aspek visional yang berhubungan dengan kebiasaan dan
kemauan bertindak
Maka dari itu, salah satu yang dapat diketahui dari kepribadian
sesorang kita harus mengetahui terlebih dahulu seluk beluk orang atau individu
tersebut dalam kesehariannya. Kita libatkan pertanyaan kecil tentang objek
diatas “kenapa adjie sering merasa kaku dan malu jika melakukan komunikasi ?”
disini kita dapat melihat dari sudut pandang yang bisa menfsirkan bahwa lbisa
saja “adjie” kaku dalam berkomunikasi itu karena kurang percaya diri dan
“adjie” merasa malu juga bisa ditafsirkan bisa faktor turunan yang berujuk ke
biologis dari keturunannya ataupun bisa jadi karena faktor lingkungan yang
kurang baik baginya. Disitu kita bisa memberikan beberapa pandangan mengenai
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi karakteristik dari setiap individu.
2.6
Bagaimana cara menilai kepribadian seseorang dan solusi untuk mengatasi
berdasarkan waktu, kondisi dan lingkungannya ?
Setelah kita
membahas beberapa persoalan diatas, pastinya kita telah memahami sedikitnya
dari pembahasan tersebut. Pembahasan kali ini akan lebih menyudutkan untuk
mengetahui kepribadian sesorang, dan hal ini bisa ditinjau dari beberapa data
yang telah disebutkan diatas.
Oleh karena itu, dari pengamatan penulis kepribadian bisa
dilihat dari keseharian individu. Disitu kita bisa mengetahui dari gaya
bicaranya, gaya berpakaiannya, sikapnya dan lain-lain yang bisa kita lihat dari
segi pandangan kita sendiri. Dan biasanya, kepribadian seseorang terlihat
disaat mereka didalam kondisi yang terdesak dan kondisi yang yang nyaman karena
jika individu tersebut sedang mengalami keterdesakkan saat ditanya ia sedang
berbohong, dia akan menonjolkan sikap yang aneh dan ketika seorang individu
senang didalam titik kenyamanan, ketika dia mendapatkan suatu permasalahan pun
dia akan cepat untuk menyelesaikannya. Setiap orang mempunyai sensasi, dimana
sensasi itu menangkapkan stimuli yang ada didunia luar, orang atau individu
tersebut mempersepsikan suatu rangsangan tersebut dan menyimpannya kedalam
memori sehingga seseorang atau individu dapat melakukan proses berpikir yang
nantinya akan menjadi keputusan akhir. Oleh karena itu, kita belajar
berkomunikasi pada akhornya harus bisa memahami dan memaklumi ketika ada
perbedaan yang terjadi didalam setiap kehidupan.
Tetapi, tentunya kita melihat dari sisi pandangan disaat
responden tersebut sedang menjalani aktivitas apapun. Tidak lain hanya untuk
memastikan seperti apa sikap yang mereka terapkan ketika mereka berada didalam
waktu dan kondisi yang sama. Dan solusi kita untuk mengetahui jika kita sedang
berada dilingkungan dengan waktu dan kondisi yang sama denga mereka adalah
sebagai berikut :
·
Kita harus
mengenali kesulitan mereka melakukan sesuatu yang menurut mereka itu sulit.
Sadarilah bahwa mereka sedang berbicara, mereka terkadang tidak disadari/menyadari bersifat buruk dan hal itu juga terkadang dapat
menyinggung perasaan orang lain tetapi mereka hanya bercanda saja dalam ucapannya.
·
Jika perlu,
bantulah mereka agar tidak mudah tertekan jika sedang dalam situasi sulit dan
beri kesempatan mereka jika mereka sedang ingin sendiri.
·
Akui bahwa
mereka memang berbakat atas potensi yang dimiliki didalam pribadinya sendiri,
walaupun terkadang mereka suka diam tetapi jangan sesekali untuk mencoba
mematikan potensi mereka karena bisa saja mereka lebih tahu apa yang kita tidak
ketahui.
.
PENUTUP
1.1
KESIMPULAN
setelah apa
disampaikannya pembahasan diatas, kami mengambil kesimpulan bahwa :
1. Kepribadian adalah
sesuatu yang dimiliki oleh seseorang baik itu baik ataupun buruk.
2. Kepribadian seseorang
bisa dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, waktu dan kondisi seseorang
tersebut.
3. Kepribadian itu mutlak,
karena setiap individu itu tidak memiliki sesuatu hal yang sama.
1.2
KRITIK DAN SARAN
Saran yang dapat
diberikan adalah sebagai berikut :
·
Jika
dikalangan akademis, tentunya disaat presentasi harus selalu melatih diri
sebelum tampil didepan orang banyak.
·
Kepribadian
yang menurut orang lain buruk sebaiknya diperbaiki sedikit demi sedikit.
·
Selalu
sadar akan diri.
DAFTAR
PUSTAKA
ABDULHASIM. (2013, 02 -). about us: google
corporation. Dipetik march 7, 2016, dari google corporation:
http://abdulhasim00.bloghspot.com
Drs. Jalaludin Rakhmat, M. (2012). PSIKOLOGI
KOMUNIKASI. Bandung: PT. REMAJA ROSDAKARYA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar