Selasa, 02 Agustus 2016

Artikel Tentang Komunikasi

APAKAH YANG MENJADI FUNGSI DARI KOMUNIKASI DIDALAM KESEHARIAN HIDUP ?

Oleh :

Hendrawan Tibi

Berbicara tentang komunikasi sangatlah tidak asing lagi bagi kita, adapun komunikasi yang sifatnya individu atau kelompok dan banyak sekali bentuk-bentuk komunikasi lainnya. Komunikasi juga bisa diartikan sebagai proses penyampaian pesan kepada orang lain yang diterima yang menjadikan proses penyampaian itu menjadi suatu gagasan dan pemahaman.

Komunikasi ini menjadi suatu kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi tidak banyak orang  yang belum mengerti apa sebenarnya manfaat dari komunikasi tersebut untuk itu, saya akan menyampaikan suatu pembahasan tentang apa yang menjadi fungsi dari komunikasi ? agar setiap orang yang melakukan komunikasi itu mengetahui juga apa fungsi dari komunikasi yang disampaikannya.

Sebelumnya kita sudah mengetahui apa itu komunikasi, karena didalam komunikasi itu banyak sekali yang bisa kita lakukan salah satunya adalah ketika kita berbicara kepada orang lain dan orang lain pun menyimak apa yang sedang kita sampaikan kepadanya oleh karena itu, fenomena ini disebut dengan partisipan komunikan yang menjadi obyek komunikasi atau kita bisa sebut yang menyampaikan pesan adalah komunikator dan yang menerima pesan adalah komunikan.

Adapun fungsi komunikasi yang memang menjadikan suatu komunikasi ini berjalan sesuai prosedur kajiannya, jika kita mengetahuinya fungsi komunikasi ini sangat banyak sekali salah satunya yaitu untuk memberikan suatu berita baik atau buruk kepada seluruh komunikan, untuk mempengaruhi, untuk meyakinkan dan banyak sekali fungsi-fungsi lain dari komunikasi didalam kehidupan individu, kelompok sampai ke publik.

Untuk itu, jika kita mempelajari tentang komunikasi pasti akan mengetahui apa fungsi dari komunikasi tentunya hal ini bisa kita gunakan untuk pengaplikasian didalam kehidupan sehari-hari karena komunikasi ini tidak akan menghilang sampai kapanpun dan dimanapun.

Minggu, 31 Juli 2016

Makalah Psikologi Komunikasi


PSIKOLOGI KOMUNIKASI
SISTEM KOMUNIKASI INTERPESONAL
(Karakteristik Individu)

Dosen pengampu:
Pupi Indriyati Zaelani, S. Sos, M.Si
Mata kuliah:
Psikologi Komunikasi
Oleh :
Hendrawan Tibi
(1154 060029/Humas 2/A)










PROGRAM STUDI HUBUNGAN MASYARAKAT
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2016


Kata pengantar
Alhamdulilah puji syukur atas kehadirat Allah SWT. Karena atas limpahan rahmatnya dan karunianyalah makalah ini, saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada nabi besar Muhammad SAW. Manusia istimewa yang seluruh perilakunya layak untuk diteladani.
            Dalam makalah ini saya akan membahas mengenai karakteristik dan perbedaan individu didalam pendidikan, yang hal tersebut telah ada sejak zaman dahulu sampai dewasa sekarang, makalah ini sebagai tugas individu mata kuliah ”PSIKOLOGI KOMUNIKASI” dengan dosen pengampu ibu Pupi Indriyani Zaelani, S. Sos, M.Si
            Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu saya mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang bersifat membangun karena saya sangat berharap untuk tujuan penyempurnaan makalah ini dan sehingga dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini agar bisa lebih baik lagi.
            Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita sekalian sebagai mahasiswa.





BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang
Berbicara tentang karakteristik tentunya kita sering mendengar, karena karakteristik ini dimiliki oleh setiap orang didalam kehidupan ini. Sering kali seseorang kebingungan dengan sikap dan perilaku seseorang karena tidak semua orang itu mampu mengetahui dan memahami karakteristik dari kepribadian seseorang tertentu, karenanya hal tersebut juga bisa membuat seseorang menjadi salah tingkah dalam bersikap, contohnya ketidak salah pahaman dalam berkomunikasi.
 Oleh karena  itu, sesorang tersebut dapat dilihat dari beberapa informasi  yang bisa menjadikan pengetahuan bagi kita semua dan berdasarkan hal tersebut, maka pentingnya untuk kita mengetahui sedikit dari banyaknya karakteristik kepribadian sesorang dilingkungan kita dan  makalah yang kami buat ini akan membahas tentang “ KARAKTERISTIK IDIVIDU DALAM SISTEM KOMUNIKASI INTERPERSONAL”.
1.2  Rumusan dan batasan masalah
Rumusan masalah yaNg ada didalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Bagaimanakah kita mengetahui apa itu kepribadian ?
2.      Apa saja faktor-faktor karakteristik, sikap dan kepribadian dari individu tertentu ?
3.      Bagaiman cara dan solusi menilai kepribadian seseorang ?
Batasan masalah ini dibatasi dengan model satu orang objek kajian dan hanya memfokuskan kepada objek kajian penelitan tersebut.

1.3  Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini yaitu :
1.      Untuk memaparkan tentang apa itu karakteristik dan kepribadian.
2.      Untuk memaparkan informasi.
3.      Untuk memaparkan beberapa tips agar pembaca bisa mengetahui sisi kepribadian sesorang atau individu.

1.4  Manfaat
1.      Agar para pembaca bisa memperbaiki kepribadian dirinya sendiri.
2.      Kepribadian bisa menjadi salah satu ilmu untuk memngetahui dan memahami seseorang



BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Deskripsi
Manusia adalah makhluk yang kompleks, dimana setiap individu nya memiliki keunikan yang menjadi pembeda dengan individu yang lainnya. Disisi lain, manusia adalah makhluk yang berpikir atau berakal karena itu manusia mempunyai sensasi disetiap individunya yang akan membawa manusia individu kedalam perubahan yang lebih baik atau yang lebih buruk. Selain itu, karena manusia pandai berkomunkasi baik secara intrapersonal ataupun interpersonal hal ini menjadi manusia dapa dikendalikan atau dididik, artinya manusia bisa mendidik dan mengendalaikan diri pribadinya atau manusia bisa dididik dan dikendalikan oleh orang lain dan lingkungannya.
Untuk itu perlunya kesadaran bagi individu untuk mengetahui cara berkomunikasi, baik secara verbal ataupun nonverbal dengan menggunakan komunikasi intrapersonal dan interpersonal. Adapun beberapa definisi dari salah satu pakar psikologi komunikasi dalam buku psikologi komunikasi yaitu jalaludin rakhmat bahawasanya :
a.       Komunikasi intrapersonal
Komunikasi intrapersonal adalah penggunaan atau komunikasi yang terjadi didalam diri sendiri. Artinya sorang manusia merupakan individu yang menjadi pengirim sekaligus penerima pesan atau individu tersebut bisa dikatakan sebagai komunikan dan komunikator. Dalam proses komunikasi intrapersonal, ada beberapa tahapan mengelola informasi yaitu sensasi, persepsi, memori dan berpikir. Ke-empat tahapan ini menjadi sesuatu yang sering terjadi didalam komunikasi intrapersonal. Adapun penjelasan tentang ke-empat hal tersebut, yakni :
1.      Sensasi
Didalam buku psikologi komunikasi karya jalaludin rakhmat (), sensai ini adalah tahapan paling awal dalam penerimaan informasi. Sensasi berasal dari kata “sense” artinya alat penginderaan yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya.

2.      Persepsi
Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi ialah memberikan makna pada stimuli indrawi.

3.      Memori
Memori adalah sistem yang sangat berstruktur, yang menyebabkan organismesanggup merekam fakta tentang dunia dan menggunakan pengetahuannya untuk membimbing perilakunya (schlessinger dan groves, 1976).


4.      Berpikir
Menurut Floyd L. Ruch, berpikir adalah manipulasi atau unsur-unsur lingkungan dengan mengunakan lambang-lambang sehingga tidak perlu langsung melakukan kegiatan yang tampak.
Dari ke-empat penangkapan informasi, kita bisa mengetahui bahwa : sensasi adalah proses penangkapan stimuli. Persepsi adalah proses memberi makan pada sensai sehingga manusia memperoleh pengetahuan baru. Memeori adalah proses menyimpan informasi dan memanggilnya kembali ketika dibutuhkan. Dan berpikir adalah mengolah informasi untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan respon.
b.      Komunikasi interpersonal
Komunikasi interpersonal bisa dikatakan sebagai komunikasi yang membutuhkan pelaku atau personal lebih dari satu orang.  Persepsi interpersonal didefinisikan sebagai “memberikan makna terhadap stimuli inderawi yang berasal dari seseorang (komunikan), yang berupa pesan verbal atau non-verbal”. (jalaludin rakhmat, 2005).  Adapun syarat-syarat interpersonal, diantaranya :
·         Stimuli mungkin sampai kepada kita melalu lambang-lambang verbal atau grafis yang disampaikan pihak ketiga.
·         Mencoba memahami apa yang tampak pada alat indera kita.
·         Faktor-faktor personal dan karakteristik orang yang ditanggapi serta hubungan dengan orang tersebut, menyebabkan persepsi interpersonal sampai cenderung untuk keliru (objek tidak bereaksi)
·         Berobjekkan manusia menjadi mudah salah.
Kita pun bisa menyadari bahwasanya kita hidup dengan didalamnya persepsi orang lain dan orang lain pun hidup didalam persepsi kita.

Faktor personal pada persepsi interpersonal dianataranya adalah :
1.      Pengalaman.
Pengalaman tidak harus belajar formal. Pengalaman kita bertambah juga melalui rangkaian peristiwa yang pernah kita hadapi. (Jalaludin Rahmat, 2005:89).
2.      Motivasi
Motivasi lebih menstimulus kita untuk melakukan respon, misalnya ketika kita lelah kita akan lebih memilih untuk beristirahat. Motivasi yang sering mempengaruhi persepsi interpersonal adalah kebutuhan untuk mempercayai dunia “dunia yang adil” artinya kita mempercayai dunia ini telah diatur secara adil. (Jalaludin Rahmat, 2005).
3.      Kepribadian
Secara kasar definisi kepribadian adalah susunan unsur-unsurakal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia (Koentjaraningra, 2009). Kepribadian komunikator dan komunikan sangat mempengaruhi persepsi yang ada.




2.2 Pembahasan
            Dalam penelitian makalah ini, penulis mengambil salah satu model untuk dijadikan model penelitian. Objek penelitian ini pun dilakukan diluar rungangan (non-formal) tepatnya di kampung rancekek Rt05/04 dengan jumlah model satu orang dan data penelitian dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel data

No
Hal yang diobservasi
Responden
Hasil observasi
1
Pakaian
Adjie Nugraha
Dalam hal berpakaian adjie ini seseorang yang acuh, terlihat dari cara berpakaian yang simpel dan tidak ribet. Dalam kesehariannya pun adjie sering memakai celana pendek, dengan alasan memakai celana panjang itu ribet dan gerah. Namun. Dia pun bisa menyesuaikan pakaian dengan dengan baik ketika dalam kondisi atau forum yang formal.
2
Sikap
Adjie Nugraha
Dengan mempunyai postur tubuh yang tinggi besar, adjie memiliki kegagahan seperti anggota TNI. Sikapnya yang sering kekonyolan itu seringkali membuat orang-orang merasa terhibur dengan otelannya. Dia seorang pemalu, namun walaupun adjie mempunyai postur tubuh yang bagus, dia terlihat kaku dalam melakukan komunikasi.



2.3 Analisis data
            Setelah melakukan observasi dilapangan, tentunya kita akan tahu bagaimana seseorang bisa menuangkan ekspresi atau tingkah lakunya saat objek tersebut diidentifikasi. Maka dari itu dilakukan pengamatan untuk mengetahui sebarapa jauh objek tersebut melakukan kebiasaan hidupnya sehingga kehidupannya dapat diketahui sikap, kepribadian dan karakteristik seorang individu.
2.4 Bagaimana cara kita mengetahui karakteristik atau kepribadian seseorang ?
            Sesuai dengan data diatas, kita  dapat mengetahui kepribadian seseorang dengan cara bergaul dalam kehidupannya sehari-hari. Terkadang orang atau individu tidak akan tahu bagaiman karakteristik dan kepribadiannya dikarenakan ada banyak kekurangan yang ada pada dirinya. Didalam buku psikologi komunikasi karya Jalaludin Rakhmat (2012:18) disitu dituliskan bahwasannya ada empat teori ilmu komunikasi dilatarbelakangi oleh konsepsi psikologi tentang manusia, diantaranya :
·         Teori persuasi
Teori-teori persuasi ini sudah lama menggunakan konsepsi psikoanalisis yang melukiskan manusia sebagai makhluk yang digerakan oleh keinginan-keinginan terpendam (Homo Volens).
·         Teori “jarum hipodermik” (yang menyatakan bahwa mesia massa sangat berpengaruh) dilandasi konsepsi behaviorisme yang memandang manusia sebagai makhluk yang digerakkan semaunya oleh lingkungan (Homo Mechanicus).
·         Teori pengolahan informasi jelas dibentuk oleh konsepsi psikologi kognitif yang melihat manusia sebagai makhluk yang aktif mengorganisasikan dan mengolah stimulus yang diterimanya (Homo Sapiens).
·         Teori-teori interpersonal banyak dipengaruhi sebagai pelaku aktif dalam merumuskan strategi transaksional dengan lingkungannya (Homo Ludens).
Didalam beberapa konsepsi tersebut banyak sekali pengaruh lingkungan yang menjadi pusat perhatian kepribadian seseorang. Namun, yang namanya kepribadian itu bisa berubah-ubah ditinjau dari pengaruh konsep diri, dari tekanan emosional pun bisa diketahui karakterter dari kepribadian seseorang. Contohnya objek yang  dilakukan penelitian “adjie”, dia bersikap soelah-olah acuh dalam berpakaian dikesehariannya. Tetapi, dia bisa mengkondisikan pakainnya tersebut ketika didalam situasi dan kondisi lingkungan tertentu.

2.5 Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik, sikap/perilaku dan kepribadian seseorang ?
            Kecenderungan sikap yang diperlihatkan seseorang atau setiap individu itu sangat berbeda dari satu individu dengan individu lainnya. Perspektif yang berpusat pada personal mempertanyakan faktor-faktor internal, apakah baik berupa sikap, instink, motif, kepribadian, sistem kognitif yang menjelaskan perilaku manusia. (Jalaludin Rakhmat, 2012: 33)
            Adapun konsepsi manusia dalam behaviorisme yang ditulis didalam buku Jalaludin Rakhmat (2012: 20). Behaviorisme lahir sebagai reaksi terhadap introspeksionisme (yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan-laporan subjwktif) dan juga psikoanalisis (yang berbicara tentang alam bawah sadardan tidak tampak). Namun, konsep ini sangatlah sederhana dibandingkan dengan konsep-konsep yang lainnya, yakni behaviorisme ingin menganalisis hanya perilaku yang tampak saja, yang dapat diukur, dilukiskan dan diramalkan. Teori behaviorisme dikenal sebagai teori belajar, belajar artinya perubahan perilaku organisme sebagai pengaruh lingkungan. Behaviorisme tidak mau  mempersoalkan apakah manusiabaik atau buruk, rasional atau emosional; behaviorisme hanya ingin mengetahui bagaimmana perilakunya dikendalikan oleh faktor-faktor  lingkungan. Disinilah timbul konsep “manusia mesin” (Homo Mechanicus).
            Menurut Jalaludin Rakhmat (2012: 33) ada dua faktor yang dapat mempengaruhi perilaku manusia, diantaranya :
1.      Faktor Biologis
Faktor biologis menjadi peranan penting dalam garis besar pengaruh terhadap perilaku seseorang karena faktor biologis ini menjadi sesuatu yang dilibatkan dalam kehidupan manusia. Baik dari segi fisik atau bawaan dari kedua orang tua “bahwa manusia menentukan perilakunya, dapat diawali sampai struktur DNA yang menyimpan seluruh memori warisan biologis yang diterima dari kedua orang tuanya. (Jalaludin Rakhmat, 2012: 33)
2.      Faktor-faktor sosiopsikologis.
Sosiopsikologis lebih memicu terhada manusia, karena sudah jelas kita mengetahui bahwa manusia adalah makhluk sosial. Manusia sering beriteraksi dan berkomunikasi dengan personal atau banyak. Dilihat dari pandangan manapun manusia ini pasti saling membutuhkan satu dengan yang lainnya dan tidak dapat bergantung hidup sendiri. Karena manusia makhluk sosial, Jalaludin Rakhmat (2012, 36) mengklasifikasikan kedalam tiga komponen faktor sosiopsikologis, yakni :
Ø  Afektif adalah komponen yang pertama ini merupakan aspek emosional dari faktor sosoiopsikologis.
Ø  Kognitif adalah aspek intelektual, yang berkaitan dengan apa yang diketahui oleh manusia.
Ø  Konatif adalah aspek visional yang berhubungan dengan kebiasaan dan kemauan bertindak
Maka dari itu, salah satu yang dapat diketahui dari kepribadian sesorang kita harus mengetahui terlebih dahulu seluk beluk orang atau individu tersebut dalam kesehariannya. Kita libatkan pertanyaan kecil tentang objek diatas “kenapa adjie sering merasa kaku dan malu jika melakukan komunikasi ?” disini kita dapat melihat dari sudut pandang yang bisa menfsirkan bahwa lbisa saja “adjie” kaku dalam berkomunikasi itu karena kurang percaya diri dan “adjie” merasa malu juga bisa ditafsirkan bisa faktor turunan yang berujuk ke biologis dari keturunannya ataupun bisa jadi karena faktor lingkungan yang kurang baik baginya. Disitu kita bisa memberikan beberapa pandangan mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi karakteristik dari setiap individu.

2.6 Bagaimana cara menilai kepribadian seseorang dan solusi untuk mengatasi berdasarkan waktu, kondisi dan lingkungannya ?
            Setelah kita membahas beberapa persoalan diatas, pastinya kita telah memahami sedikitnya dari pembahasan tersebut. Pembahasan kali ini akan lebih menyudutkan untuk mengetahui kepribadian sesorang, dan hal ini bisa ditinjau dari beberapa data yang telah disebutkan diatas.
            Oleh karena itu, dari pengamatan penulis kepribadian bisa dilihat dari keseharian individu. Disitu kita bisa mengetahui dari gaya bicaranya, gaya berpakaiannya, sikapnya dan lain-lain yang bisa kita lihat dari segi pandangan kita sendiri. Dan biasanya, kepribadian seseorang terlihat disaat mereka didalam kondisi yang terdesak dan kondisi yang yang nyaman karena jika individu tersebut sedang mengalami keterdesakkan saat ditanya ia sedang berbohong, dia akan menonjolkan sikap yang aneh dan ketika seorang individu senang didalam titik kenyamanan, ketika dia mendapatkan suatu permasalahan pun dia akan cepat untuk menyelesaikannya. Setiap orang mempunyai sensasi, dimana sensasi itu menangkapkan stimuli yang ada didunia luar, orang atau individu tersebut mempersepsikan suatu rangsangan tersebut dan menyimpannya kedalam memori sehingga seseorang atau individu dapat melakukan proses berpikir yang nantinya akan menjadi keputusan akhir. Oleh karena itu, kita belajar berkomunikasi pada akhornya harus bisa memahami dan memaklumi ketika ada perbedaan yang terjadi didalam setiap kehidupan.
            Tetapi, tentunya kita melihat dari sisi pandangan disaat responden tersebut sedang menjalani aktivitas apapun. Tidak lain hanya untuk memastikan seperti apa sikap yang mereka terapkan ketika mereka berada didalam waktu dan kondisi yang sama. Dan solusi kita untuk mengetahui jika kita sedang berada dilingkungan dengan waktu dan kondisi yang sama denga mereka adalah sebagai berikut :
·         Kita harus mengenali kesulitan mereka melakukan sesuatu yang menurut mereka itu sulit. Sadarilah bahwa mereka sedang berbicara, mereka terkadang  tidak disadari/menyadari  bersifat buruk dan hal itu juga terkadang dapat menyinggung perasaan orang lain tetapi mereka hanya bercanda saja dalam ucapannya.
·         Jika perlu, bantulah mereka agar tidak mudah tertekan jika sedang dalam situasi sulit dan beri kesempatan mereka jika mereka sedang ingin sendiri.
·         Akui bahwa mereka memang berbakat atas potensi yang dimiliki didalam pribadinya sendiri, walaupun terkadang mereka suka diam tetapi jangan sesekali untuk mencoba mematikan potensi mereka karena bisa saja mereka lebih tahu apa yang kita tidak ketahui.



.
PENUTUP
1.1  KESIMPULAN
setelah apa disampaikannya pembahasan diatas, kami mengambil kesimpulan bahwa :
1.      Kepribadian adalah sesuatu yang dimiliki oleh seseorang baik itu baik ataupun buruk.
2.      Kepribadian seseorang bisa dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, waktu dan kondisi seseorang tersebut.
3.      Kepribadian itu mutlak, karena setiap individu itu tidak memiliki sesuatu hal yang sama.

1.2  KRITIK DAN SARAN
Saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut :
·         Jika dikalangan akademis, tentunya disaat presentasi harus selalu melatih diri sebelum tampil didepan orang banyak.
·         Kepribadian yang menurut orang lain buruk sebaiknya diperbaiki sedikit demi sedikit.
·         Selalu sadar akan diri.













DAFTAR PUSTAKA

 

ABDULHASIM. (2013, 02 -). about us: google corporation. Dipetik march 7, 2016, dari google corporation: http://abdulhasim00.bloghspot.com
Drs. Jalaludin Rakhmat, M. (2012). PSIKOLOGI KOMUNIKASI. Bandung: PT. REMAJA ROSDAKARYA.


CARA MERESET AKUN BPJS KETENAGAKERJAAN

Hai hai hallo sobat Mr. Sotoy, Kita kali ini akan memberikan sedikit informasi mengenai BPJS Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, baca sampai t...