PERANAN PENTING ETIKA DALAM PUBLIC RELATIONS
Seringkali kita
mendengar sebuah bahasa dari kata public relations atau PR,
tetapi ada juga dikalangan orang banyak yang belum tahu apa itu public
relations. Public relations ini sangatlah identik dengan bermasyarakat dan mereka
yang dikaitkan dengannya memiliki kemampuan khusus dalam bidang ini. Ada banyak
pengertian tentang public relations salah satunya menurut Frank Jefkins
(2009:9) mengatakan bahwa “Public relations itu adalah semua bentuk
komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun keluar, antara suatu
organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan
spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian”. Begitu banyak
pemahaman yang dapat kita simpulkan didalam pengertian tersebut karena pada
kenyataannya PR menjadi salah satu komunikasi dua arah yang menjadikannya
dibutuhkan dalam setiap organisasi dan publik.
Adapun tujuan utama
PR adalah untuk mempengaruhi perilaku seseorang asecara individu maupun
kelompok dengan cara berdialog karena berdialog ini menjadikan suatu PR untuk
meyakinkan suatu individu atau kelompok didalamnya. Hal ini tentunya memberikan
gambaran tentang tujuan PR menurut Rosady Ruslan (2001:246) adalah sebagai
berikut :
1. Menumbuh kembangkan
citra organisasi atau publik yang positif untuk organisasi dan publik eksternal
atau masyarakat dan konsumen.
2. Mendorong tercapainya
saling pengertian antara publik sasaran dengan perusahaan.
3. Mengembangkan sinergi
fungsi pemasaran dengan PR.
4. Efektif dalam membangun
pengenalan dan pengetahuan dalam bidang tertentu.
5. Mendukung bauran
pemasaran diorganisasi dengan publik lainnya.
Memang banyak tujuan
yang dapat diciptikan oleh seorang PR, akan tetapi semua tujuan tersebut
tidaklah mudah, karena didalam pelaksanaannya memerlukan suatu dukungan agar PR
tersebut juga memberikan suatu dampak yang positif dan kemajuan terhadap
organisasinya.
Untuk mendapatkan
hasil dari seorang PR kita harus mengetahui terlebih dahulu fungsi dari PR,
karena hal ini sangatlah penting bagi organisasi ataupun publik untuk
mengetahui bahwa PR memiliki fungsi, diantaranya menurut Maria (2002:31)
bahwasanya” PR ini merupakan suatu bagian dari nafas yang sama dalam
organisasi tersebut dan harus diberi identitas organisasinya dengan tepat dan
benar serta mampu mengkomunikasikannya sehingga publik menaruh kepercayaan dan
mempunyai pengertian yang jelas dan benar terhadap organisasi tersebut”
fungsinya dapat diketahui :
- Untuk bernegosiasi dengan organisasi lain dengan niat yang baik.
- Untuk memiliki sasaran untuk menciptakan opini publik yang bisa diterima dan menguntungkan semua pihak.
- Usaha menciptakan hubungan yang baik dan harmonis antara organisasi dengan publiknya.
Sebenarnya dapat kita ketahui berbagai
banyak fungsi yang dihasilkan dari seorang PR, karena memang PR ini sangat
begitu banyak peranannya didalam suatu organisasi dan publik, untuk itu kita
dapat mengambil kesimpulan bahwa PR memang selalu beorientasi kepada pihak
organisasi untuk membangun citra yang positif dan hasilnya tentu lebih baik
dari sebelumnya karena PR menjadi suatu alat yang mujarab untuk memperbaiki,
mengembangkan, mempertahankan, menyelesaikan suatu masalah dan menetralisir
suatu masalah supaya masalah tidak memperbesar.
Setelah
kita mengetahui apa itu PR, tentunya kita harus tau juga peranan yang
menjadikan PR itu menjadi seorang yang dipentingkan didalam suatu organisasi
dan publik. Dan PR juga memilik kode etik yang menjadikan peranannya, kenapa
bisa dikatakan seperti itu karena seorang PR itu menjadi contoh
masyarakat. Etika PR sangat penting sekali untuk menjadikan seorang yang PR
dihargai, disegani dan bisa saja menjadi seorang yang memang betul diperlukan
disaat situasi apapun apalagi jika dikanca dunia internasional didunia nasional
juga memang harus ditonjolkan etika dalam hal apapun seperti halnya jika dalam
negosiasi dengan seseoran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar